Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Showing posts with label ekonomi. Show all posts

Wednesday, May 29, 2013

Senji and his theory


TEORI PERMAINAN SENJI28

Tuntutan zaman dan semakin ketatnya persaingan di dunia usaha membuat dan mengharuskan seseorang atau suatu kelompok atau sebuah perusahaan untuk terus melakukan inovasi dalam segala bidang; baik outputnya (dalam hal ini barang atau jasa), pelayanan maupun konsep pemasarannya (marketing).
Pada kesempatan ini, perkenanankan saya Sena Pamuji menawarkan sebuah konsep baru system pemasaran (mungkin) karena selama ini saya belum pernah menemukan konsep pemasaran seperti yang akan saya tawarkan berikut ini.
Pada awalnya konsep yang saya buat ini hanya sebuah permainan sebagai sarana hiburan semata. Tetapi setelah dikaji lebih lanjut, ternyata ada sebuah potensi yang dapat dikaji dan dimanfaatkan untuk lebih lanjut.
Bagaimana konsep tersebut? Ada baiknya jika saya paparkan dahulu konsep pemasaran yang sudah ada sebelum dikembangkan dengan konsep awal. Kira-kira begini, beberapa waktu lalu saya mengunjungi sebuah akun jejaring social yang sudah tidak asing lagi yaitu twitter. Ketika saya mengunjungi akun suatu komunitas tertentu, sang pengelola akun menyatakan bahwa akan membuka sesi tanya-jawab atau interaksi dengan para followernya jika sudah mencapai jumlah tertentu. Peristiwa yang kedua, di akun yang berbeda terjadi hal yang sama. Hanya saja kali ini pengelola akan memberikan hadiah tertentu kepada followernya jika sudah mencapai jumlah ‘katakan 15000’. Tentu saja cara ini cukup efektif untuk mencari konsumen jika yang melakukan hal ini adalah sebuah perusahaan yang berorientasi profit.
Dari kedua kejadian tersebut saya mencoba mengembangkan sebuah permainan yang hampir serupa tetapi jelas berbeda. Jika kedua peristiwa di atas hanya menargetkan jumlah tertentu sebagai targetnya maka dalam permainan saya tidak hanya menargetkan saja tetapi Anda diharuskan untuk bertahan dan menyerang atau memakan dan dimakan.
Apa saja yang diperlukan dalam permainan ini?
-          Telepon genggam(HP) atau PC atau Laptop atau Tablet atau Gadget yang dapat terhubung dengan intenet.*
-          Koneksi Internet*
-          Sebuah akun jejaring social (dalam kasus saya twitter) tetapi tidak mustahil jika permainan ini diterapkan pada jejaring social yang lainnya, seperti facebook atau yang lainnya.*
-           Jaringan pertemanan yang cukup luas.
-          Strategi, taktik, dan intuisi yang hebat dan kuat untuk jadi pemenangnya
Ket. *unsur yang sangat diperlukan

Bagiamana konsep ini bekerja? Dalam kasus saya, saya menawarkan hadiah 100ribu rupiah untuk 2 orang pemenang, yakni follower ke-500 atau 1000 dari jumlah pengikut yang mengikuti akun toko online saya di twitter.
Lantas apa yang membedakan dengan konsep yang sudah ditawarkan di atas? Jelas berbeda, jika konsep di atas mungkin tidak mengembangkan seseorang untuk lebih berpikir kreatif lagi. Tetapi kami mencoba membuat seseorang untuk menjadi lebih kreatif, beberapa komentar yang saya terima adalah “Nanti aja tunggu sampai pengikutnya 499 atau 999” itu sah saja, hanya saja dalam permainan ini mereka yang menjadi pengikut di awal belum tentu tidak memiliki kesempatan untuk menang. Mereka yg mengikuti di awal bisa saja hanya pemancing dan pemanis, mereka bisa melakukan unfollow terhadap akun tersebut pada saat tertentu, lalu kembali mengikuti pada saat timingnya dirasakan pas sesuai dengan perhitungan mereka.
“Dorr” ketika tepat dan tidak melakukan kecurangan apapun maka dialah sang pemenang dan berhak atas hadiah yang dijanjikan oleh kami di awal. Yang tidak diperbolehkan dalam permainan ini adalah melakukan kecurangan dengan aplikasi tertentu untuk menggaet massa demi kepentingan individu tertentu. Katakan A menggunakan aplikasi untuk memperbanyak pengikut terhadap akun yang menyelenggarakan acara (±hingga 499 pengikut) kemudian ia menjadi pengikut ke-500 dan berharap menang. Jika itu yang terjadi maka kami memohon maaf bahwa hal tersebut dinyatakan melanggar aturan dan hadiah akan batal untuk diberikan. Maka di sini kami menganjurkan agar bermain fair dan bersikap sportif!
Apa yang menjadi kelebihan system ini?
-          Untuk sebuah perusahaan tentu konsep ini akan menjadi media pemasaran yang tepat sasaran dan berbiaya rendah, karena perusahaan hanya perlu menyediakan sejumlah uang untuk jumlah kontestan tertentu yang diinginkan. (Tentulah hal ini akan menjadi lebih baik karena dengan sendirinya konsumen akan berlomba untuk mempromosikan produk demi mendapatkan hadiahnya).
-          Menjadi media komunikasi yang baik karena perusahaan akan langsung berinteraksi dengan konsumennya.
-          Loyalitas pelanggan. Tentu untuk sebuah kepercayaan yang diberikan oleh konsumen ada biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.
Lalu apa saja yang menjadi kelemahan dari system pemasaran ini?
-          Kepercayaan konsumen, hal ini merupakan tantangan terbesar yang akan dialami oleh pihak-pihak yang menjalankan konsep ini.

Jadi sistem yang saya tawarkan ini, selain sebagai media hiburan tetapi ada unsur amal dan kerja kerasnya juga. Selain itu media yang sangat tepat untuk perusahaan dalam mempromosikan usahanya. Sistem ini juga sedang mengalami pengembangan dan akan terus diperbaiki. Jika ada saran dan kritik mohon disampaikan ke pengelola blog ini. 
Terima kasih

“Selain strategi yang tepat, keberuntungan mutlak diperlukan”

Friday, April 12, 2013

Pertumbuhan Ekonomi dan Sumber Daya Alam

Hallo semuanya.. sudah lama rasanya tidak posting lagi di blog ini..
;))
Pada kesempatan ini saya mau coba posting tugas mata kuliah ekonomi pembangunan yang tempo hari diberikan.
Posting berikut merupakan resume materi Pertumbuhan Ekonomi dan Sumber Daya Alam yang diambil dari beberapa sumber sekaligus ditambahkan opini penulis.
Selamat membaca!

"Pertumbuhan Ekonomi dan Sumber Daya Alam"
Untuk beberapa orang mungkin akan bertanya mengenai kaitan antara pertumbuhan ekonomi dengan sumber daya alam. 
Sebelum itu, ada baiknya penulis uraikan mengenai konsep pertumbuhan ekonomi, pemikiran para tokoh dan indikatornya.
Konsep pertumbuhan ekonomi menurut Prof Boed. adalah proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Sedangkan teori pertumbuhan ekonomi bisa saja didefinisikan sebagai penjelasan mengenai faktor-faktor apa yang menentukan kenaikan output per kapita dalam jangka panjang dan penjelasan mengenai bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi satu dengan yang lain, sehingga terjadi proses pertumbuhan (Boediono, 1982).
Tercatat ada beberapa tokoh yang mengemukakan dan mengembangkan tentang teori pertumbuhan ekonomi, adapun di antaranya:
- Rostow, menurutnya terdapat lima tahapan pertumbuhan ekonomi: Tahap pertama, masyarakat tradisional (ditandai dengan lebih dari 75% penduduknya bekerja di sektor pertanian). Tahap kedua, prasyarat untuk tinggal landas (ditandai dengan terjadinya perluasan/peningkatan proses industrialisasi). Tahap ketiga, tahap tinggal landas (di mana pada tahap ini terjadi perubahan radikal dalam bidang teknologi dan terjadi dalam jangka pendek atau +/- 2 tahun). Tahap keempat, tahap menuju kedewasaan (ditandai dengan adanya pemanfaatan teknologi modern dalam pemanfaatan SDA, pertumbuhan ekonomi stabil, dan basis ekonomi yang kuat). Tahap kelima, masa ekonomi tinggi (ditandai dengan terjadinya pergeseran dari produksi ke konsumsi, tingkat kemakmuran meningkat dan peningkatan pertumbuhan penduduk).

- Teori Pertumbuhan Adam Smith.
Teori menjelaskan pertumbuhan ekonomi ditandai oleh dua faktor yang saling berkaitan yaitu pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan output total. Di mana pertumbuhan output yang akan dicapai dipengaruhi oleh 3 komponen, sebagai berikut: 
  • Sumber Daya Alam
  • Tenaga Kerja(Pertumbuhan penduduk)
  • Jumlah Persediaan
- Robert Sollow
Sollow merupakan peraih nobel di bidang ilmu ekonomi pada tahun 1987. Ia menekankan perhatiannya pada pertumbuhan output yang akan terjadi atas hasil kerja dua faktor input utamanya, yaitu: modal dan tenaga kerja.

- Harrold Domar
Harrold dan Domar(1947) mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan terjadi apabila ada peningkatan produktivitas modal dan produktivitas tenaga kerja.

- Schumpeter
Menurut ia pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh adanya proses inovasi-inovasi (penemuan-penemuan baru di bidang tenologi produksi) yang dilakukan oleh para pengusaha. Tanpa adanya inovasi, sulit bahkan mungkin tidak akan terjadi pertumbuhan ekonomi.

Untuk mengetahui adanya pertumbuhan ekonomi suatu negara, maka menurut Suparko dan Maria dapat digunakan indikator, di antaranya:
  • Produk Domestik Bruto(PDB). PDB adalah jumlah barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu negara dalam waktu setahun. Untuk tingkat nasional disebut PDB atau GDP sedangkan untuk tingkat daerah (Provinsi atau Kabupaten-Kota) disebut Produk Domestik Regional Bruto(PDRB).
  • PDB per kapita atau Pendapatan Per Kapita. Indikator ini digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dengan cara membagi PDB dengan jumlah penduduk.
Dari konsep pertumbuhan ekonomi yang sudah diuraikan di atas bahwa pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Terdapat makna bahwa sumber daya alam sangat berpengaruh sekali, bagaimana mungkin menghasilkan output berupa barang tanpa adanya sumber daya alam. Sulit dibayangkan bukan? Untuk itu sumber daya alam menjadi faktor yang sangat penting karena ia adalah salah satu unsur utama dalam proses produksi. Karena begitu pentingnya sumber daya alam, bannyak pihak yang terus-menerus mencari dan menggali sumber daya bahkan sampai yang belum ditemukan. Mereka berlomba-lomba melakukan hal tersebut bahkan menjurus pada eksploitasi secara besar-besaran terhadap sumber daya tersebut. 
Dengan alasan bahwa adanya kelangkaan faktor produksi sedangkan keinginan manusia yang tidak terbatas upaya tersebut terus dilakukan. Padahal Allah sudah menjamin ketersediaan semua hal yang dibutuhkan demi kelangsungan hidup manusia(Q.S 31:20). Seharusnya dengan jaminan tersebut para pelaku ekonomi turut memperhatikan keberlangsungan proses pembangunan untuk generasi selanjutnya. 
Perhatian tersebut juga tercermin dalam agama Islam, yang dinyatakan dalam Q.S 21:107 mengenai keseimbangan lingkungan.

Adapun macam-macam sumber daya alam, antara lain:
  • Sumber daya alam yang tidak dapat habis (meliputi: udara, energi matahari)
  • Sumber daya alam yang dapat diganti atau diperbaiki (air bersih dan hutan)
  • Sumber daya alam yang tidak dapat diganti maupun diperbarui (meliputi minyak bumi, pertambangan dan mineral).
Terakhir penulis mau mengutip keprihatinan yang disampaikan oleh Todaro.
Menurut Todaro, tantangan lingkungan hidup paling besar yang akan dihadapi oleh negara berkembang pada beberapa dekade mendatang bersumber dari kemiskinan. 
Di mana tantangan tersebut meliputi ancaman terhadap kesehatan penduduk yang diakibatkan oleh terbatasnya sanitasi dan air bersih, polusi udara, penggundulan hutasn dan pengikisan kualitas tanah.

Daftar Pustaka:

Chendrawan, Tony S. 2012. Diktat Perekonomian Indonesia. Jakarta
Kuncoro, Mudrajad. 2010. Ekonomika Pembangunan. Jakarta: Penerbit Erlangga
Todaro, Michael P. Ekonomi Pembangunan. Ed. kedelapan  
 Internet:
http://id.scribd.com/doc/13055175/TUGAS-Makalah-Pertumbuhan-Ekonomi, diakses pada tanggal 8/4/2013 pkl 13.30wib
http://kurniawanbudi04.wordpress.com/2013/02/17/sumber-daya-alam-makalah-ekonomi-pembangunan/


Wednesday, December 19, 2012

Potensi Ekonomi TangSel


Link yang saya posting di bawah ini merupakan jurnal ekonomi yang membahas mengenai potensi ekonomi TangSel(edisi revisi), pada tahun 2007-2010.
Dengan alat analisis yang digunakan adalah LQ dan Shift Share.
Data yang digunakan adalah data sekunder, di mana data-data tersebut sudah diterbitkan oleh lembaga atau institusi yang lainnya seperti: BPS(Badan Pusat Statistik), BI, ataupun pemkot terkait.
Diselesaikan untuk memenuhi tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia yang diberikan oleh bpk. Tony S. Chendrawan, ST., SE., M.Si 
http://id.scribd.com/doc/117381033/Jurnal-Potensi-Ekonomi-TangSel-Edisi-Revisi

Wednesday, September 12, 2012

Pertumbuhan Ekonomi Bukanlah Jaminan Kesejahteraan


Terjadinya keterbelakangan ekonomi merupakan latar belakang lahirnya pembangunan di Negara-negara berkembang, di mana aspek yang lebih ditekankan adalah aspek pembangunan ekonomi. Dengan adanya pembangunan di bidang ekonomi dapat mendorong perubahan-perubahan atau mendukung pencapaian atau pembaharuan pada bidang kehidupan lainnya.
Untuk beberapa orang mungkin akan menyamakan atau sulit membedakan antara pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan ekonomi namun pada hakikatnya terdapat perbedaan di antara keduanya. Menurut Prof. Boediono, teori pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai penjelasan mengenai factor-faktor apa yang menentukan kenaikan output perkapita dalam jangka panjang, dan penjelasan mengenai bagaimana factor-faktor tersebut menyebabkan terjadinya proses pertumbuhan. Analisis yang menekankan pada pertumbuhan ekonomi semata dianggap kurang sempurna. Hal ini disebabkan apabila terjadi peningkatan output dan pendapatan belum tentu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Berbeda dengan pertumbuhan ekonomi, pembangunan ekonomi memiliki kandungan arti yang lebih luas yang mencakup perubahan pada susunan ekonomi masyarakat secara menyeluruh, seperti yang diungkapkan oleh Jhingan (1992) bahwa tujuan pokok pembangunan ekonomi ialah untuk membangun peralatan modal dalam skala yang cukup untuk meningkatkan produktivitas di bidang pertanian, pertambangan, perkebunan dan industri. Modal juga diperlukan untuk mendirikan sekolah, rumah sakit, jalan raya, jalan kereta api, dan sebagainya. Singkatnya, hakikat pembangunan ekonomi adalah penciptaan.
Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi hanya mencatat tentang peningkatan produksi barang dan jasa secara nasional sedangkan pembangunan berdimensi lebih luas dari sekadar peningkatan pertumbuhan ekonomi. Sulit bagi kita mengatakan terjadi pembangunan apabila masih banyak kemiskinan, tingginya angka pengangguran, dan ketimpangan masih saja substansial.
“Secara tradisional mengukur pembangunan hanya dengan menekankan pada peningkatan Gross Domestic Product atau Produk Domestik Bruto suatu Negara secara terus menerus dan pertumbuhan ekonomi akan menghilangkan kenyataan adanya ketimpangan di masyarakat dalam menikmati hasil pembangunan. Hal ini disebabkan produk domestic bruto hanya melihat pendapatan secara rata-rata dan pertumbuhan ekonomi tidak melihat manfaat pembangunan pada manusia.”
Demikian yang dinyatakan oleh Eric Maskin, penerima penghargaan Nobel Ekonomi tahun 2007, dan Kaushik Basu, Guru Besar Ekonomi Universitas Cornell, Amerika Serikat dalam koran Kompas pada tanggal 5 September 2012.
Dari pernyataan tersebut dapat ditarik dianalisa bahwa peningkatan PDB dan pertumbuhan ekonomi semata tidaklah cukup untuk mewujudkan pembangunan ekonomi, diperlukan strategi yang dirasa lebih “tepat” sasaran. Salah satu indicator yang populer untuk mengukur kinerja pembangunan manusia adalah dengan menggunakan HDI (Human Development Index) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM). HDI merupakan program Pembangunan PBB (UNDP) yang mengukur angka harapan hidup, partisipasi sekolah dan indeks PDB berdasarkan PPP.
Dengan berfokus pada ketiga hal tersebut akan meningkatkan pembangunan ekonomi yang terjadi di Negara-negara dunia ketiga.
Atau kita dapat menggunakan pendekatan Amartya Sen, seorang pemenang Hadiah Nobel untuk bidang ekonomi tahun 1998, sebagaimana yang dikemukakannya bahwa “Pertumbuhan ekonomi dengan sendirinya tidak dapat dianggap sebagai tujuan akhir. Pembangunan haruslah lebih memperhatikan peningkatan kualitas kehidupan yang kita jalani dan kebebasan yang kita nikmati.”
Kebebasan memilih, atau control yang dimiliki seseorang terhadap hidupnya sendiri, adalah aspek utama dalam memahami kesejahteraan secara mendalam.
Jika berbicara masalah ketimpangan kesejahteraan, globalisasi merupakan salah satu hal yang menarik untuk dibahas. Seperti yang dikemukakan oleh Maskin dan Basu bahwa globalisasi adalah salah satu penyebab ketimpangan kesejahteraan, terutama di Negara berkembang, termasuk Indonesia.
Ada baiknya apabila kita memulai dengan mengupas terlebih dahulu apakah globalisasi itu? Secara sederhana kita dapat mengartikan bahwa globalisasi adalah sebuah bentuk integrasi perekonomian suatu Negara ke dalam perekonomian dunia (global). Di mana proses integrasi perekonomian global itu sendiri, antara lain dicerminkan oleh adanya liberalisasi perdagangan dan investasi (ekonomi).
Pertanyaan selanjutnya yang sangat menarik untuk dibahas adalah apakah Indonesia layak masuk ke dalam liberalisasi perdagangan dan investasi di era globalisasi? Jawabannya bisa saja “ya” atau “tidak” tergantung bagaimana pihak penyelenggara ekonomi dan Negara menata posisi ekonomi Indonesia dalam era globalisasi tersebut.
Jika kita menganggap bahwa liberalisasi sebagai suatu peluang, kemudian ekonomi Indonesia ditata untuk meraih peluang tersebut, maka liberalisasi ini akan bermanfaat bagi percepatan pengembangan ekonomi nasional. Modal manusia, di mana pendidikan dan kesehatan adalah kunci utamanya. Meningkatnya kualitas SDM, akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bisa bersaing dengan pekerja asing di pasar kerja global. Dengan keahlian dan keterampilan yang dimilikinya pula mereka dapat meningkatkan kualitas barang sehingga produk-produk yang dihasilkan siap untuk berkompetisi dalam pasar global. Sehingga akan banyak orang yang dapat menerima manfaat secara adil dari adanya globalisasi.
Serupa dengan pendidikan, kesehatan adalah salah satu kunci penting. Mereka yang mudah atau rentan terkena penyakit akan sulit untuk bersaing di pasar global. Para pemilik modal akan “malas” untuk mempekerjakan karyawannya yang sering tidak bekerja dengan alasan sakit. Akses terhadap kesehatan juga dirasakan sebagai factor penting untuk dapat meerasakan manfaat dari globalisasi.
Lantas, bagaimana jika liberalisasi perdagangan dan investasi dipandang hanya sebagai arena pertarungan/persaingan saja? Jika hal tersebut yang terjadi dan pada tahap berikutnya ekonomi Indonesia hanya dikondisikan untuk menghadapinya maka globalisasi akan menjadi hal yang menakutkan bagi Indonesia.
Globalisasi ibarat pedang bermata dua, di satu sisi bisa membawa manfaat, membuka peluang dan cakrawala baru bagi mereka yang siap “menerimanya” dan dapat membawa “mimpi buruk” untuk mereka yang terlena dan terbuai olehnya.
Mau-tidak mau, suka atau  tidak Indonesia sudah menjadi bagian darinya. Mengutip kata-kata pak Boed, “ Globalisasi adalah suatu kenyataan sejarah yang terus akan bersama kita. Menutup diri atau melawan arus globalisasi bukanlah pilihan yang bijak. Kita melibatkan diri di dalamnya secara cerdas. Tujuan utama kita adalah memperoleh manfaat sebesar-besarnya dan sejauh mungkin menghindari risiko negatifnya. Kuncinya adalah meningkatkan kemampuan kita secepatnya agar bisa menjadi pemain yang andal dalam globalisasi.”

Sunday, April 10, 2011

Barang Publik dan Sumber Daya Milik Bersama

Macam-macam Barang
Ketika berpikir tentang macam-macam barang dalam perekonomian, kita dapat mengelompokkan mereka menurut dua ciri berikut:

• Apakah barangnya bersifat ekskludabel (excludable)? Dapatkah masyarakat diminta untuk tidak memakai atau memanfaatkan barang ini?
• Apakah barangnya bersifat persaingan (rival)? Apakah jika seseorang memakai barang ini, maka peluang orang lain untuk memakainya berkurang?
Berdasarkan kedua ciri tersebut membagi semua barang menjadi empat kategori sebagai berikut:

1. Barang pribadi (private goods) adalah barang-barang yang ekskludabel dan rival. Bayangkan saja es cendol sebagai contoh. Es cendol jelas bersifat ekskludabel karena kita bisa mencegah orang lain dari mengkonsumsinya. Es cendol juga bersifat rival karena, jika hanya ada satu es cendol, dan ada seseorang yang mengkonsumsinya maka orang lain tidak bisa mengkonsumsinya. Sebagian besar barang yang ada di pasar adalah barang pribadi. Saat kita menganalisis penawaran dan permintaan kita mengasumsikan bahwa semua barang bersifat ekskludabel dan rival.
2. Barang publik (public goods) adalah barang-barang yang tidak ekskludabel dan juga tidak rival. Artinya siapa saja tidak bisa mencegah untuk memanfaatkan barang ini, dan konsumsi seseorang atas barang ini tidak mengurangi peluang orang lain melakukan hal yang sama. Contoh barang publik adalah pertahanan suatu negara aman karena mampu melawan setiap serangan dari negara lain, maka siapa saja di negara itu tidak bisa dicegah untuk menikmati rasa aman, peluang bagi orang lain untuk turut menikmati keamanan sama sekali tidak berkurang.
3. Sumber daya milik bersama (common resources)adalah barang-barang yang tidak ekskludabel, namun rival. Contohnya adalah ikan laut. Tidak ada seseorang yang melarang menangkap ikan laut, atau meminta bayaran kepada nelayan atas ikan-ikan yang mereka tangkap. Namun ada saat seseorang melakukannya, maka jumlah ikan di laut berkurang, sehingga kesempatan orang lain melakukan hal yang sama menjadi berkurang.
4. Adapula barang ekskludabel namun tidak memiliki rival. Barang seperti ini muncul dalam situasi monopoli alamiah. Jasa pemadam kebakaran suatu kota kecil adalah contohnya. Sangatlah mudah mencegah seseorang menikmati jasa ini. Petugas kebakaran dapat membiarkan sebuah rumah terbakar begitu saja. Namun jasa perlindungan kebakaran ini tidaklah bersifat rival, karena kebakaran rumah tidak terjadi setiap saat, dan setiap rumah memperoleh perlindungan yang sama. Petugas pemadam kebakaran lebih sering menunggu daripada beraksi memadamkan kebakaran, sehingga melindungi sebuah rumah tambahan tidak akan mengurangi kualitas perlindungan mereka pada rumah-rumah lain.Dengan kata lain, begitu pemerintah kota membuat anggaran untuk jasa pemadam kebakaran, maka tambahan untuk melindungi tambahan satu rumah baru sangatlah kecil