Wednesday, January 9, 2013

Pencarian Rempong


Pencarian Rempong

Director           : Fitri
Cast                 : 
1.      Amir (Fatah)
2.      Baba Bulatok(Misbah)
3.      Sersan Jaka (Sena)
4.      Dokter Mence(Dede)
5.      Betok I (Lubis)
6.      Betok II (Al)
7.      Betok III (Nunu)
Penulis cerita: Sena Pamuji

Sinopsis:
Cerita berawal ketika sebuah pesawat dengan nomor penerbangan LQ 616 mengalami sebuah musibah. Pesawat mengalami kecelakaan dan terdampar pada suatu pedalaman, dari beberapa penumpang yang ikut dalam penerbangan tersebut hanya ada seorang korban yang selamat tetapi kondisinya sangat kritis. Amir adalah nama dari penumpang yang sangat beruntung karena berhasil lolos dari maut. Tim rescue yang dipimpin oleh Sersan Jaka pun mendapat tugas untuk mengevakuasi seluruh korban, termasuk Amir. Sersan Jaka dan Dokter langsung menuju koordinat di mana pesawat terakhir kali mengirimkan sinyal.
Di tempat lain, seorang kepala suku sedang menyuruh ketiga orang anaknya untuk berburu (mencari makanan). Di tengah-tengah perbincangan muncullah Amir dalam kondisi kritis yang tetap berusaha untuk mencari pertolongan, tetapi karena kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya ia tidak sadarkan diri. Akhirnya sang kepala suku dan ketiga orang anaknya merasa kasihan melihat kondisi yang dialami oleh Amir, maka mereka berusaha menolongnya. Amirpun dibawa menuju ke tempat sang kepala suku, di sana mereka melakukan ritual yang biasa dilakukan untuk menyembuhkan orang yang sedang sakit.
Sersan Jaka dan Dokter tidak mengetahui bahwa Amir sudah dibawa oleh kepala suku, Sersan Jaka dan dokter tetap mencari di lokasi terakhir pesawat diketahui.
Beberapa hari setelah pencarian, kondisi Amir mengalami sedikit peningkatan. Ia mulai sadarkan diri, hanya saja ia mengalami amnesia akibat kecelakaan tersebut. Amir tidak ingat siapa dirinya, di mana ia berada dan apa yang sudah terjadi pada dirinya. Amir pun sedikit demi sedikit mulai terkesima dengan kebaikan hati kepala suku yang sudah tulus merawat dirinya. Benih-benih cinta pun mulai tumbuh, ternyata apa yang dirasa Amir juga dirasakan oleh sang kepala suku. Ternyata kepala suku menyukai Amir sejak ia pertama kali melihatnya, terutama melihat semangat Amir.
  Setelah melakukan pencarian, tanpa disadari sersan Jaka dan dokter memasuki pedalaman di mana suku yang merawat Amir bermukim. Ternyata kedatangan kedua orang itu cukup mengusik penduduk suku tersebut, beberapa orang termasuk ketiga orang anak kepala suku berusaha mengusir kedua orang tersebut agar segera meninggalkan desa. Sersan Jaka dan dokter berusaha menjelaskan maksud kedatangan mereka, tetapi karena penduduk desa tidak mengerti apa yang dikatakan sersan Jaka maka usaha kedua orang itupun sia-sia. Penduduk desa segera mengepung mereka, dalam kondisi terdesak dokter terjatuh tetapi di tengah keributan tersebut datanglah sang kepala desa.
Sersan Jaka mencoba memberikan penjelasan kepada sang kepala suku, tanpa diduga ternyata kepala suku mengerti dengan penjelasan yang diberikan oleh sersan Jaka. Kepala Suku memerintahkan ketiga anaknya untuk membawa Amir kehadapannya. Amirpun dipapah karena kondisinya yang belum pulih, melihat bahwa korban masih selamat sersan Jaka dan dokter menjelaskan bahwa Amir harus segera dibawa ke kota jika kondisinya ingin segera pulih. Amir yang mengalami amnesia menolak dan tidak ingin meninggalkan kepala suku dan yang lainnya, konflikpun terjadi. Kepala suku merasa keberatan karena ia tidak rela jika pujaan hatinya pergi, begitu juga yang dirasakan oleh Amir. Tetapi demi kebaikan Amir, ia berusaha mengikhlaskan Amir demi kesembuhannya, Amirpun dibawa oleh sersan Jaka dan dokter menuju kota.
Kepergiaan Amin membawa kesedihan yang teramat dalam di hati kepala suku, ia pun meratapi dan mengingat kenangan indah bersama Amir yang hanya tinggal sebuah memori belaka.

Lokasi: Lap. Parkir SC UIN Jakarta
Waktu: 13 Desember 2012
 Acara: "Tembak"-Teater Syahid

No comments:

Post a Comment